Seseorang yang Membuatku Menangis ; 11 Apr 2012
: Dian WahyuniEntah apa yang ingin dan akan aku tulis tentang seorang puan ini. Ia begitu penyayang, walau rasa itu ia sembunyikan bila di hadapan orang-orang. Seorang wanita yang bisa membuatku menjadi seorang anak kecil tiba-tiba. Di sampingnya aku selalu tak pernah bisa jadi dewasa. Dan juga karena dia, aku belajar menjadi dewasa.
‘Ade-adean’ ‘Kakak-kakakan’, ah begitulah katanya bila dua orang yang tak sedarah menyambung tali saudara dalam darahnya. Namun bagiku, ia lebih dari itu. Karena nabiku pernah bilang, paling kuat tali hubungan keimanan ialah cinta karena Allah dan benci karena Allah. Dan aku, menyayanginya karena Allah. Barangkali ia pun seperti itu. Di antara beberapa orang yang dekat denganku, tak banyak yang mengingatkan aku agar tetap berjalan lurus di atas ajaran Islam. Dia, pernah memarahiku atas khilaf yang pernah kulakukan di hadapan publik. Waktu itu aku mengucap selamat hari raya pada seorang teman yang berbeda aqidah. Dua orang menegurku, dan ia salah satu yang mengingatkan aku dengan sedikit marah. Aku tak kesal dimarahi, aku tak pernah kesal. Selama aku melihat cinta terselip dalam amarah itu. Aku ingat saat itu ia bilang, kalau ia tak ingin aku terjebak dalam bujuk rayu syaitan.
Sekali waktu, ia pernah membuatku menangis. Sungguh menangis. Mengembangkan sedikit air di sudut-sudut mataku. Bahkan di tempat umum, di hadapan teman-teman -yang beruntung mereka tak melihat air mataku menitik. Karena sebuah doa yang ia bacakan dan salam yang ia sampaikan, di hadapan makam seorang manusia mulia yang amat kucintai. Ia menyampaikan kerinduanku kepadanya, ia mendoakan kami agar berada dalam barisannya, dan ia mendoakanku agar diberi kesempatan untuk mengunjunginya langsung. Mengunjungi beliau, berziarah ke makamnya. Nabi Muhammad sallahualaihiwasalam. Ah, mataku basah lagi. Hahaha..
Barangkali bagi orang lain itu hal yang biasa saja, atau bahkan aneh. Tapi bagiku ia kakak yang luar biasa.
Semoga Allah selalu mendekap kami dalam cinta, aamiinLabels: Kepada