Tak Terikat Darah, Namun Saudara Dalam Aqidah ; 26 Feb 2012

Seorang kakak dari sahabatku beberapa kali pernah berkata, atau lebih tepat memerintah, untuk melakukan hal yang sepertinya tak akan pernah mungkin: mencintai adiknya dengan sebenar-benarnya cinta diberikan.

Kata yang ia tak bosan ucapkan beberapa kali saat aku berkunjung silaturahim ke rumah sahabat. Namun tak tahukah ia bahwa aku menyayangi adiknya sudah seperti ia menyayangi adik-adiknya sendiri? Seperti anjing jantan dan kucing betina yang bersahabat bertahun-tahun. Sampai mati pun, mereka tak akan mungkin sah menjadi sepasang kekasih. Memacarinya sama saja seperti memacari saudara sendiri. Menikahinya sama saja seperti menikah dalam satu darah. Meski tak ada ikatan dalam darah kami dan ada perbedaan mahram di tubuh kami. Kami memang tak terikat darah, namun saudara dalam aqidah. Kami memang berbeda muhrim, tapi hati kami mengatakan tidak.

Meskipun, aku mudah sekali jatuh cinta pada seseorang yang selintas mirip dengannya.

Labels:

permalink | 0 comments (+)

« BACK FORWARD »