Kopi Panas Untuk Didinginkan ; 3 Oct 2011
Ayo mainkan permainan, sederhana saja. Bila di luar hari hujan, tangkap beberapa rinai sebelum ia jatuh menyentuh tanah. Tak ada yang istimewa, aku hanya memintamu untuk menyelamatkan beberapa tangis langit agar ia tidak jatuh terlalu sakit. Karena aku mencintainya. Lalu hujan itu, kau jerang hingga mendidih. Untuk menyeduh kopi. Gunakan cangkir keramik, yang cantik. Sertakan piring kecil sebagai alasnya. Tetap tak ada yang istimewa, aku hanya mencintai kopi. Dan aku selalu ingin berlaku istimewa pada apa yang kucintai. Jika sudah, taruh ia di atas meja. Perhatikan bagaimana air kopi itu mengepul, mengudara dengan ikhlas kembali pada yang membuatnya ada menjadi tiada. Diam. Diamkan saja. Jangan kau sentuh walau sekedar mengambilkannya untuk malaikat yang sedang dahaga. Tak ada yang istimewa, aku hanya ingin tahu: apakah kopi, yang selalu setia menemani manusia kala bersama kesendiriannya, akan menangis merasakan kesepian sepertiku juga, jika ia sengaja dihadirkan hanya untuk ditinggalkan.
Labels: Tarian Bebas Sebuah Pena